Menteri Pertahanan Tinjau Kesiapan Prajurit TNI di NTB, Tekankan Peran Ganda Pertahanan dan Kesejahteraan Rakyat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

DOMPU – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan prajurit Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa di Doro Mboha, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dan fasilitas pendukung berada dalam kondisi prima guna menjalankan tugas pertahanan negara.
Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertahanan dalam menjaga standar operasional satuan serta memastikan kesejahteraan prajurit TNI di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kunjungannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara langsung memeriksa sejumlah fasilitas vital, mulai dari area latihan, kondisi barak dan tempat tidur prajurit, hingga fasilitas dapur. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan, kenyamanan, serta kesiapan sarana pendukung operasional satuan.
Selain meninjau fasilitas, Menhan juga berinteraksi langsung dengan para prajurit. Dalam dialog tersebut, ia menyampaikan pesan agar seluruh personel senantiasa menjaga profesionalitas, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas negara.
Prajurit TNI sebagai Tentara Rakyat
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kembali jati diri prajurit TNI sebagai tentara rakyat. Menurutnya, TNI lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan mengabdi sepenuhnya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menekankan bahwa keberadaan prajurit Yonif TP di daerah tidak hanya berfokus pada tugas pertahanan semata. Prajurit juga memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui program ketahanan pangan serta pembangunan infrastruktur wilayah.
“Peran prajurit TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur yang melibatkan prajurit TNI dinilai menjadi wujud nyata sinergi antara tugas pertahanan dan pembangunan. Sinergi ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Disiplin dan Pembinaan sebagai Kunci Kesiapan
Dalam arahannya, Menhan juga menekankan pentingnya disiplin latihan, pembinaan kesehatan, dan peningkatan kapasitas pendidikan prajurit. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental yang optimal merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Disiplin latihan yang konsisten, pembinaan kesehatan berkelanjutan, serta pendidikan yang relevan dinilai mampu meningkatkan profesionalitas dan daya adaptasi prajurit terhadap perkembangan teknologi dan strategi pertahanan.
Kunjungan dan motivasi langsung dari Menteri Pertahanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat, rasa bangga, serta dedikasi prajurit Yonif TP 875/SYP dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan sekaligus berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Prabowo Dorong Pembangunan Jalur Kereta Trans Sumatera, Lanjutkan Visi Trans Kalimantan
SEMARANG – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sumatera yang menghubungkan wilayah paling s

Kemendagri Petakan Daerah Terdampak Pemotongan TKD, Kepala Daerah Diminta Hindari PHK Pegawai
JAKARTA, 30 Juli 2026 — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memetakan sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang mengalami kesulitan fiskal, termasuk kendala dalam membayar gaji pegawai sebagai dampak pen

Bulog Usulkan Beras Premium Bervitamin untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Perum Bulog mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) sebagai salah satu upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif tersebut ditujukan
