Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi Inovasi Pertanian di Tengah Lonjakan Stok Beras Nasional
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton harus diiringi peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian. Hal itu disampaikan saat menghadiri Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Amran menyebut capaian stok tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia. “Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi dalam negeri telah mengurangi ketergantungan pada impor beras yang sebelumnya mencapai jutaan ton per tahun. “Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” kata Amran.
Meski demikian, Amran menekankan bahwa tantangan ke depan tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada kemampuan mengembangkan dan memanfaatkan inovasi teknologi secara nyata. Ia meminta kampus tidak hanya fokus pada riset, tetapi juga mampu membawa hasil penelitian ke tahap hilirisasi.
“Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” tegasnya.
Menurut dia, selama ini kekuatan riset perguruan tinggi sudah baik, namun masih lemah dalam aspek komersialisasi dan pemasaran inovasi. “Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” ujarnya.
Sebagai contoh, Amran menyinggung inovasi alat mesin pertanian dari Institut Teknologi Sepuluh November berupa traktor perahu yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Ia mendorong agar inovasi tersebut terus disempurnakan dan diproduksi secara massal agar memberikan manfaat langsung bagi petani.
Secara konteks, pemerintah saat ini tengah mendorong kemandirian pangan nasional sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Capaian stok beras yang tinggi menjadi indikator keberhasilan produksi, namun keberlanjutan sektor pertanian dinilai bergantung pada adopsi teknologi dan efisiensi sistem produksi.
Dari sisi dampak, keterlibatan aktif kampus dalam hilirisasi inovasi berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, serta membuka peluang industri berbasis teknologi dalam negeri. Bagi masyarakat, hal ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penggunaan teknologi yang lebih efisien.
Amran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun kemandirian nasional. “Kita sama-sama, gandengan tangan. Enggak ada istilah Unhas, IPB, ITS, kita harus kolaborasi, demi Merah Putih,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah menyatakan siap mendukung dan menyerap inovasi dalam negeri, dengan catatan kampus mampu memproduksi dalam skala besar dan menjamin kualitas. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat hilirisasi dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
