Mensos dan Menkeu Tinjau Sekolah Rakyat Menengah Atas Pastikan 15 Ribu Laptop Siap Disalurkan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.55

Program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan. Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke SRMA 10 Jakarta Selatan pada Sabtu lalu menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan sarana dan prasarana di sekolah tersebut benar-benar siap mendukung proses belajar mengajar. Salah satu fokus utama adalah distribusi 15 ribu laptop yang akan diberikan langsung kepada siswa.
Penyediaan perangkat laptop ini menjadi langkah penting dalam menjembatani kesenjangan teknologi di dunia pendidikan. Pada tahap pertama, sebanyak 9.700 lebih laptop akan disalurkan kepada siswa, dan sisanya akan menyusul pada akhir Agustus atau awal September. Setiap siswa nantinya akan memiliki satu perangkat laptop yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran, baik di sekolah maupun di asrama. Pengadaan ini dipastikan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, demi menghindari penyalahgunaan anggaran.
Selain memastikan ketersediaan perangkat, kunjungan kedua pejabat tersebut juga menjadi momen untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas di sekolah. Mulai dari ruang kelas, kamar asrama, hingga area olahraga, semua menjadi perhatian untuk memastikan kenyamanan dan kelayakan tempat belajar. Menkeu Sri Mulyani juga berdialog dengan para siswa untuk mengetahui perubahan rutinitas dan kegiatan mereka setelah bersekolah di SRMA. Hal ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pengalaman belajar para siswa.
Pendanaan program ini bersumber dari APBN dengan total anggaran Rp7 triliun yang dialokasikan tidak hanya untuk Kementerian Sosial, tetapi juga kementerian lain yang berkontribusi dalam pelaksanaannya. Penggunaan APBN mencakup biaya operasional sekolah seperti listrik, air asrama, hingga penyediaan peralatan belajar. Tahun depan, pemerintah berencana menambah jumlah sekolah hingga mencapai 200 unit, yang akan dimasukkan dalam pembahasan APBN 2026 bersama DPR.
Program Sekolah Rakyat ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu, demi memutus rantai kesenjangan pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan. Dukungan fasilitas lengkap, transparansi pengadaan, dan rencana pengembangan sekolah ke lebih banyak daerah menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah untuk memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan berkualitas.
#SekolahRakyat #LaptopGratisSiswa #PendidikanBerkualitas #PrabowoUntukPendidikan #SriMulyani #SaifullahYusuf #APBN2026 #JakartaSelatan #PemerataanPendidikan #IndonesiaMaju
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Prabowo Bangga Indonesia Mulai Bangun Mobil Nasional, Tegaskan RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas dimulainya langkah Indonesia membangun industri mobil nasional sebagai bagian dari percepatan industrialisasi dan hilirisasi. Pernyataan itu dis

Perhutani dan TNI Perkuat Sinergi Jaga Kelestarian Hutan Jati di Rembang
REMBANG – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar patroli terpadu dan monitoring kawasan hutan jati di Petak 98 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tero

Presiden Prabowo Tekankan Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan SDM untuk Industri Strategis
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu memenuhi kebutuhan percepatan industrialisasi nasional. Arahan ter
