Menlu: Pembahasan Board of Peace Dihentikan Sementara Usai Eskalasi Konflik Timur Tengah
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 28 Jul 2026, 10.37

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa seluruh pembahasan dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk sementara waktu dihentikan (on hold) menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, terutama setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menanggapi desakan sejumlah pihak yang meminta Indonesia keluar dari keanggotaan BoP.
“Ya ini sekarang pembicaraan BOP semuanya kan on hold. Semua perhatian shifted (teralihkan) ke situasi di Iran,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Indonesia Tetap Koordinasi dengan Negara Timur Tengah
Meski pembahasan resmi BoP dihentikan sementara, pemerintah Indonesia tetap melakukan konsultasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan Teluk terkait perkembangan situasi terbaru.
Menurut Sugiono, beberapa negara anggota BoP juga terdampak langsung oleh konflik yang terjadi di kawasan tersebut.
“Kalau masalah Board of Peace kita tetap juga sama teman-teman kita konsultasi dan konsolidasi dengan rekan-rekan yang ada di Teluk. Karena mereka juga mengalami diserang. Mereka juga ada di BoP,” jelasnya.
Prabowo Lakukan Komunikasi dengan Pemimpin Negara Teluk
Dalam merespons perkembangan konflik Timur Tengah, Presiden Prabowo Subianto juga disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk melalui sambungan telepon.
Sugiono menyebut hampir seluruh komunikasi telah dilakukan, meskipun masih ada beberapa pemimpin yang menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.
“Sudah telepon, yang masih menunggu waktunya mungkin MBS. Yang lain sudah,” kata Sugiono.
Namun ia tidak merinci isi pembicaraan tersebut karena komunikasi tersebut merupakan komunikasi diplomatik antar kepala negara.
“Komunikasinya ya komunikasi antarpimpinan,” tambahnya.
Desakan Indonesia Keluar dari BoP Menguat
Belakangan, muncul desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia meninjau kembali bahkan keluar dari Board of Peace, menyusul konflik yang melibatkan negara anggota BoP.
Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dinilai berpotensi mempengaruhi efektivitas lembaga tersebut dalam menjalankan mandat perdamaian.
Pemerintah Indonesia sendiri masih terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait posisi Indonesia di BoP.
Langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah juga bertujuan untuk mendorong deeskalasi konflik serta menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian internasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Indonesia dan India Sepakati 16 Kerja Sama Strategis, Perkuat Kemitraan di Sektor Pertahanan hingga Pangan
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati 16 kerja sama strategis yang mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari pertahanan, energi, kesehat

Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Selidiki Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon
Pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL yang melukai tiga anggota TNI asal Indonesia di El Addaiseh, Lebanon, Jumat (3/4). Permintaan

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Konvoi UNIFIL di Lebanon, PBB Kutuk Pelanggaran Hukum Internasional
Jakarta - Dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan Israel pada Senin (30/3/2026)
