Menkeu Ungkap Alasan Prabowo Pangkas Anggaran Program MBG
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

JAKARTA — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.
Menurut Purbaya, langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan program oleh Badan Gizi Nasional menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG secara menyeluruh.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut anggaran MBG yang sebelumnya dirancang sebesar Rp335 triliun akan dikurangi menjadi sekitar Rp268 triliun pada 2026. Meski demikian, angka tersebut disebut masih bersifat sementara dan masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.
“Rp268 triliun, untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” katanya.
Purbaya menegaskan Presiden Prabowo tetap terbuka terhadap berbagai masukan terkait pelaksanaan program MBG agar penghematan anggaran tidak mengurangi efektivitas program bagi masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah, lanjutnya, masih terus menghitung skema penghematan terbaik untuk memastikan program tetap berjalan optimal dengan tata kelola yang lebih baik.
Berdasarkan data per 30 April 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total pagu awal sebesar Rp335 triliun.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat program tercatat mencapai 61,96 juta orang dengan dukungan sebanyak 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
