Menhan Spanyol Sampaikan Duka ke Indonesia atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi UNIFIL
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

MADRID — Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles Fernandez menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk solidaritas Spanyol terhadap Indonesia di tengah duka atas insiden di Lebanon Selatan.
Margarita diterima langsung oleh Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib bersama Atase Pertahanan RI Kolonel (Pnb) Agus Dwi Aryanto. Dalam pertemuan tersebut, Menhan Spanyol menegaskan komitmen bersama kedua negara dalam menjaga perdamaian dunia.
“Menhan Spanyol menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam penugasan misi UNIFIL,” demikian keterangan resmi KBRI Madrid.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Spanyol dalam misi UNIFIL mencerminkan kesamaan pandangan kedua negara dalam upaya menciptakan stabilitas global.
“Kolaborasi erat antara pasukan Indonesia dan pasukan Spanyol di bawah bendera UNIFIL menunjukkan kepedulian kedua negara terhadap perdamaian di Lebanon,” ujar Margarita.
Sementara itu, Dubes RI Muhammad Najib menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah serta masyarakat Spanyol terhadap Indonesia. Ia juga menyinggung kesamaan sikap kedua negara dalam isu internasional, termasuk dukungan terhadap perjuangan Palestina.
“Termasuk dukungan pemerintah dan rakyat Spanyol atas perjuangan Palestina mewujudkan kemerdekaannya,” kata Najib.
Berdasarkan data per Maret 2026, Indonesia merupakan penyumbang terbesar personel UNIFIL, sementara Spanyol berada di posisi ketiga. Kontribusi ini menunjukkan peran aktif kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan konflik, khususnya di Lebanon Selatan.
Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Mereka tewas dalam dua insiden terpisah pada 29–30 Maret 2026. Insiden pertama diduga akibat proyektil tank, sementara insiden berikutnya kemungkinan disebabkan ledakan ranjau saat pengawalan konvoi.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah konflik. Secara historis, Indonesia telah lama berkontribusi dalam misi perdamaian dunia sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia.
Dari sisi dampak, insiden ini memperkuat urgensi peningkatan perlindungan bagi personel UNIFIL serta evaluasi prosedur keamanan di lapangan. Selain itu, dukungan internasional seperti yang ditunjukkan Spanyol dinilai penting untuk menjaga moral pasukan dan memperkuat kerja sama multilateral.
Ke depan, pemerintah Indonesia bersama mitra internasional dan PBB terus mendorong investigasi menyeluruh atas insiden tersebut serta peningkatan standar keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian guna mencegah kejadian serupa terulang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
