Mendikti Libatkan TNI dalam Pembekalan LPDP untuk Cegah Culture Shock dan Perkuat Nasionalisme
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 24 Jul 2026, 01.54

Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pemerintah akan melibatkan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa LPDP guna meningkatkan kesiapan mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan sebelum studi ke luar negeri. Kebijakan ini disampaikan pada Minggu (3/5/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gegar budaya (culture shock) yang kerap dialami mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Brian menjelaskan, pelibatan TNI bertujuan membekali penerima beasiswa dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan di luar negeri. “Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa pembekalan tersebut juga diarahkan untuk membangun komitmen kontribusi terhadap negara setelah menyelesaikan studi. “Jadi intinya sih LPDP ini butuh muatan-muatan disiplin, kerja keras, kebangsaan,” kata Brian. “Supaya ketika belajar mereka nanti, mereka ada semangat bagaimana setelah kembali ke Indonesia bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa kita,” lanjutnya.
Meski demikian, Brian menegaskan bahwa kriteria personel TNI yang akan dilibatkan masih dalam tahap pembahasan. “Nanti itu belum ditentukan. Tentu dari yang pernah berpengalaman,” ujarnya.
Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan selama ini dikenal sebagai skema beasiswa pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Sejak diluncurkan, LPDP telah mengirim ribuan mahasiswa Indonesia ke berbagai universitas dunia dengan harapan mereka kembali dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Rencana pelibatan TNI dalam pembekalan ini muncul di tengah evaluasi berkelanjutan terhadap program LPDP, khususnya terkait kesiapan non-akademik penerima beasiswa. Sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan tantangan adaptasi budaya, tekanan akademik, hingga minimnya keterikatan alumni dengan agenda pembangunan nasional.
Dari sisi dampak, kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketahanan mental dan disiplin penerima beasiswa, serta memperkuat orientasi kebangsaan. Namun, implementasinya juga memerlukan pengawasan agar tetap proporsional dan relevan dengan kebutuhan akademik serta lingkungan internasional yang beragam.
Ke depan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan merumuskan skema pembekalan secara rinci, termasuk menentukan materi pelatihan, durasi kegiatan, serta kriteria personel TNI yang terlibat. Pemerintah juga akan memastikan program ini terintegrasi dengan sistem pembinaan LPDP secara keseluruhan agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara optimal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
