Mendikdasmen: MBG Jangkau Lebih dari 43 Juta Siswa, Dorong Kehadiran dan Prestasi Akademik
Ozio
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 18.31

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 43 juta siswa atau sekitar 80,7 persen dari total peserta didik di Indonesia hingga 10 Juni 2026. Pemerintah menilai program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut memberikan dampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa, motivasi belajar, hingga capaian akademik di sekolah. Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti usai menghadiri pertemuan bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.
Abdul Mu’ti mengatakan mayoritas penerima manfaat menginginkan program MBG terus dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Menurutnya, pemerintah tidak hanya memandang MBG sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia nasional.
“Per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG. Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan dampak positif tersebut terlihat dari meningkatnya kehadiran siswa di sekolah, bertambahnya motivasi belajar, serta membaiknya prestasi akademik. Kemendikdasmen juga telah mengintegrasikan MBG ke dalam program penguatan pendidikan karakter melalui berbagai modul pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
“Sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lain yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik,” kata Abdul Mu’ti.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang diluncurkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menilai pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia sekolah memiliki hubungan erat dengan perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas generasi muda di masa depan.
Data Kemendikdasmen menunjukkan program MBG telah memberikan dampak positif terhadap fokus belajar siswa. Hasil evaluasi yang dilakukan terhadap lebih dari satu juta responden menunjukkan adanya penurunan gangguan konsentrasi akibat rasa lapar dan peningkatan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki tantangan pemenuhan gizi.
Dari sisi masyarakat, keberhasilan implementasi MBG berpotensi memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Program ini tidak hanya membantu siswa memperoleh asupan gizi yang lebih baik, tetapi juga mendukung pemerataan kesempatan belajar bagi peserta didik di berbagai daerah. Selain itu, pelaksanaan MBG turut menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha, UMKM, dan penyedia bahan pangan di daerah.
Pemerintah menegaskan akan terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis hingga menjangkau seluruh peserta didik di Indonesia. Selain memperkuat distribusi dan pengawasan pelaksanaan program, Kemendikdasmen bersama kementerian dan lembaga terkait juga akan terus mengintegrasikan MBG dengan program penguatan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi muda Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
