May Day 2026 di Monas Dipadati 400 Ribu Buruh, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), dengan estimasi kehadiran sekitar 400.000 buruh dari berbagai daerah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan memberikan sambutan dalam acara yang dimulai pukul 08.00 WIB.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Ketua Panitia May Day, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa kehadiran kepala negara menjadi bagian penting dalam rangkaian acara tahun ini. “Presiden tiba disambut ketua panitia May Day bersama pimpinan buruh lainnya,” ujar Andi Gani dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, setelah tiba di lokasi, Presiden akan menyapa massa buruh sebelum naik ke panggung utama. “Presiden kemudian menyapa massa buruh dilanjutkan beliau naik ke atas panggung,” katanya.
Rangkaian acara akan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan orasi dari para pimpinan serikat pekerja. Sebanyak 25 presiden serikat buruh dijadwalkan hadir untuk menyampaikan aspirasi. “Kemudian dilanjutkan sambutan Presiden RI,” tambah Andi Gani.
Selain itu, Presiden bersama para pimpinan buruh akan menyanyikan lagu perjuangan buruh internasional sebagai simbol solidaritas. Panitia juga menyiapkan fasilitas ibadah shalat Jumat mengingat kegiatan berlangsung pada hari Jumat.
Peringatan May Day di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi ajang penyampaian aspirasi sekaligus dialog antara pemerintah dan pekerja. Isu-isu yang kerap diangkat meliputi upah minimum, perlindungan tenaga kerja, hingga regulasi ekonomi digital seperti ojek online.
Tahun ini, pemerintah disebut akan mengumumkan sejumlah kebijakan strategis terkait kesejahteraan buruh, termasuk kemungkinan ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO). Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi global.
Dari sisi dampak, kehadiran ratusan ribu buruh di pusat ibu kota berpotensi mempengaruhi aktivitas lalu lintas dan ekonomi harian, namun juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pekerja. Stabilitas dan kondusivitas acara menjadi kunci agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu aktivitas publik secara luas.
Ke depan, pemerintah bersama serikat pekerja direncanakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan dan aspirasi dalam forum May Day melalui pembahasan kebijakan ketenagakerjaan, termasuk regulasi baru dan peningkatan perlindungan sosial bagi pekerja.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
