Legislator PKS Dukung Penundaan Pasukan ke Gaza, Soroti Jalur PBB dan Ujian Peran Indonesia
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta, 23 Maret 2026 — Dukungan terhadap keputusan pemerintah menunda pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza terus mengalir. Salah satunya datang dari Anggota Fraksi PKS DPR RI, Ahmad Heryawan, yang menilai langkah tersebut sebagai keputusan tepat di tengah situasi konflik yang masih bergejolak.
Menurut Heryawan, kondisi di Gaza saat ini masih sangat dinamis dan penuh risiko, sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam mengambil kebijakan strategis, khususnya yang menyangkut keselamatan personel dan legitimasi internasional.
“Keputusan pemerintah menunda pengiriman pasukan merupakan langkah bijak. Keterlibatan Indonesia harus berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas melalui mandat resmi PBB,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Tekankan Jalur PBB sebagai Mekanisme Utama
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode tersebut menegaskan bahwa Indonesia selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan berkomitmen terhadap perdamaian dunia.
Dalam konteks itu, ia menilai jalur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai mekanisme paling tepat agar kontribusi Indonesia tidak hanya efektif, tetapi juga memiliki legitimasi global yang kuat.
Menurutnya, keterlibatan tanpa mandat resmi berpotensi menimbulkan persoalan hukum internasional sekaligus meningkatkan risiko di lapangan.
Diplomasi Kemanusiaan Jadi Kunci
Selain soal pasukan, Heryawan juga menyoroti pentingnya peran diplomasi Indonesia dalam mendorong terciptanya gencatan senjata permanen serta penyelesaian konflik secara damai di Gaza.
Ia menekankan bahwa kontribusi Indonesia tidak harus selalu berbentuk pengerahan militer, melainkan juga dapat diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan dan diplomasi aktif di forum internasional.
“Indonesia perlu terus mengedepankan diplomasi kemanusiaan, memperkuat dukungan bagi rakyat Palestina, serta mendorong solusi damai yang berkeadilan,” katanya.
Dorong Evaluasi Keterlibatan dalam BOP
Lebih lanjut, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI itu juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP), apabila tidak menunjukkan komitmen tegas terhadap kemerdekaan Palestina.
Ia menilai, posisi Indonesia sebagai negara dengan politik bebas aktif harus tetap berpijak pada prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.
“Jika BOP tidak tegas menjamin kemerdekaan Palestina, maka keberadaan Indonesia di dalamnya perlu segera dievaluasi,” tegasnya.
Pemerintah Tangguhkan Pengiriman Pasukan
Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat merencanakan pengiriman sekitar 8.000 pasukan TNI untuk misi perdamaian di Gaza. Namun, Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda rencana tersebut.
Keputusan ini diambil seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk memanasnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), disebutkan bahwa seluruh pembahasan terkait pengiriman pasukan saat ini ditangguhkan hingga situasi dinilai lebih kondusif.
Ujian Konsistensi Politik Luar Negeri
Penundaan ini sekaligus menjadi ujian bagi konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Di satu sisi, langkah hati-hati dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan keselamatan. Namun di sisi lain, publik juga menaruh harapan agar Indonesia tetap memainkan peran strategis dalam mendorong perdamaian dan keadilan di Palestina.
Ke depan, arah kebijakan Indonesia dalam merespons konflik Gaza akan menjadi sorotan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
