KSPSI Pastikan May Day 2026 di Monas Tanpa Dana APBN, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA, 29 April 2026 — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menegaskan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, tidak menggunakan anggaran negara, meskipun Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara tersebut pada 1 Mei mendatang.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea memastikan seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya dan dukungan non-pemerintah. “Saya tegaskan, biaya May Day tahun ini tidak menggunakan APBN kementerian mana pun. Tidak ada dana negara dipakai sepeser pun,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).
Ia merinci bahwa seluruh kebutuhan acara, mulai dari panggung, konsumsi, hingga atribut peserta seperti kaus dan perlengkapan lainnya, tidak berasal dari anggaran pemerintah. “Saya pastikan nol dana APBN yang dipakai untuk acara May Day besok,” tegasnya.
Menurut Andi Gani, pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap gerakan buruh di Indonesia. “Ini murni dari tangan-tangan orang yang baik dan sayang pada pergerakan buruh,” ujarnya.
Peringatan May Day di Indonesia merupakan agenda tahunan sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan pekerja secara nasional.
Tahun ini, peringatan diperkirakan dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah dan sektor industri. Kehadiran Presiden dalam acara tersebut menjadi salah satu agenda penting, termasuk penyampaian kebijakan ketenagakerjaan yang dinantikan pekerja.
Dari sisi dampak, transparansi sumber pendanaan dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Selain itu, model pembiayaan mandiri ini juga mencerminkan kemandirian organisasi buruh dalam menggelar agenda nasional.
Sebagai tindak lanjut, KSPSI bersama elemen buruh lainnya memastikan koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan terus dilakukan guna menjamin perayaan May Day berlangsung tertib, aman, dan kondusif, sekaligus tetap menjadi ruang demokratis bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
