Krakatau Steel Gandeng Investor China Kembangkan Industri Baja di Banten
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membidik investasi dari perusahaan baja asal China, Hebei International Trade Group, untuk mengembangkan kawasan industri baja di Provinsi Banten.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur Krakatau Steel, Akbar Djohan, bersama Chairman Hebei International Trade Group, Zhang Yougui.
Turut hadir dalam seremoni tersebut Gubernur Banten, Andra Soni, serta Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei, China, Zhao Chenxin yang memimpin delegasi investor industri baja asal Hebei.
Akbar Djohan mengatakan Krakatau Steel melalui anak usahanya, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, telah menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendukung masuknya investasi baru di sektor baja.
Menurutnya, kolaborasi dengan investor asal China diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja sekaligus mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.
“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Akbar.
Sementara itu, Andra Soni menilai kerja sama tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Banten sebagai salah satu pusat industri nasional.
Ia menyebut keberadaan kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon didukung infrastruktur strategis, termasuk pelabuhan internasional dengan kedalaman alami mencapai 21 meter yang dinilai menarik bagi investor global.
“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” kata Andra.
Di sisi lain, Zhao Chenxin menyampaikan Provinsi Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di China yang kini berkembang dengan dukungan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Menurutnya, Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang, termasuk peluang transfer teknologi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja.
“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Zhao.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mendukung penguatan hilirisasi industri baja nasional serta mempercepat pengembangan kawasan industri terintegrasi di Banten.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
