Korem 044/Gapo Kembali Cetak Sawah Rakyat di Sumsel, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

PALEMBANG – Komando Resor Militer (Korem) 044/Garuda Dempo kembali memprogramkan kegiatan cetak sawah rakyat di sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun anggaran 2026. Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah berhasil membuka sekitar 6.000 hektare lahan sawah baru pada tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Komandan Korem 044/Garuda Dempo Brigadir Jenderal TNI Khabib Mahfud mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian dan instansi terkait untuk mempersiapkan pelaksanaan konstruksi cetak sawah rakyat tahun ini.
"Setelah sukses membantu cetak sawah rakyat pada tahun lalu sekitar 6.000 hektare, tahun ini kembali diprogramkan kegiatan yang sama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Brigjen TNI Khabib Mahfud di Palembang, Senin (16/6/2026).
Menurut Khabib, koordinasi lintas sektor dilakukan agar seluruh tahapan program dapat berjalan secara optimal, transparan, dan akuntabel. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
Pada tahun 2025, program cetak sawah baru telah dilaksanakan di lima kabupaten di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Lahat. Lahan yang berhasil dibuka kemudian ditanami padi varietas Inpari 32 yang dikenal tahan terhadap penyakit dengan usia tanam sekitar 120 hari.
Hasil produksi dari lahan cetak sawah tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Pada musim tanam perdana, produktivitas mencapai sekitar lima ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Sementara pada musim tanam berikutnya, hasil panen diperkirakan meningkat hingga mencapai delapan ton GKG per hektare.
"Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan," ujar Khabib.
Ia menambahkan, program cetak sawah rakyat diharapkan tidak hanya meningkatkan luas tanam dan produksi padi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi petani melalui peningkatan pendapatan dan pembukaan lapangan kerja di sektor pertanian.
"Program ini diharapkan berjalan sesuai rencana dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mempertahankan posisi Sumsel menjadi salah satu provinsi penyumbang produksi beras terbesar nasional," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mempertahankan posisi Sumsel sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di Indonesia.
Menurut Bambang, upaya yang dilakukan meliputi optimalisasi lahan pertanian yang sudah ada serta pembukaan lahan sawah baru melalui program cetak sawah rakyat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mencapai target produksi padi Sumsel tahun 2026.
"Guna memperkuat ketahanan pangan dan sebagai provinsi penghasil beras tiga besar nasional, upaya yang dilakukan seperti optimalisasi lahan yang ada dan cetak sawah baru," kata Bambang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan produksi padi tahun 2026 mencapai 4 juta ton gabah kering giling. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi produksi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3,6 juta ton GKG.
Target tersebut dihadapkan pada tantangan perubahan iklim, termasuk potensi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Meski demikian, pemerintah optimistis target produksi dapat tercapai melalui penguatan infrastruktur pertanian, perluasan areal tanam, serta pendampingan kepada petani.
Program cetak sawah rakyat yang melibatkan TNI menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional. Selain meningkatkan produksi beras, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah berbagai tantangan iklim dan ekonomi global.
Ke depan, Korem 044/Garuda Dempo bersama pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan pengawasan pelaksanaan program agar seluruh lahan yang dicetak dapat segera produktif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta ketahanan pangan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
