Kodim 1306/Kota Palu Kerahkan 250 Personel Bantu Penanganan Gempa Sigi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

TNI Fokus Bersihkan Puing Bangunan dan Dirikan Tenda Darurat bagi Ribuan Warga Terdampak
SIGI — Komando Distrik Militer (Kodim) 1306/Kota Palu mengerahkan sebanyak 250 personel untuk membantu penanganan dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Personel TNI diterjunkan sejak malam hari pascagempa guna mendukung masa tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah daerah selama 14 hari ke depan.
Komandan Kodim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, mengatakan personel TNI saat ini difokuskan pada pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa, baik fasilitas umum maupun rumah warga, khususnya di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah.
“Personel kami masuk ke lokasi bencana sejak Selasa malam membantu warga pada situasi darurat,” kata Yudhi di Kamarora, Rabu (17/6/2026).
Selain membersihkan puing bangunan, personel TNI juga membantu masyarakat mendirikan tenda darurat sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sambil menunggu bantuan dan penanganan lanjutan dari pemerintah.
Yudhi menjelaskan bahwa pembersihan puing saat ini masih dilakukan secara manual karena alat berat belum dapat masuk ke sejumlah titik terdampak. Oleh sebab itu, personel di lapangan diminta tetap mengutamakan keselamatan selama proses evakuasi dan pembersihan berlangsung.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Ada sejumlah bangunan yang penanganannya harus menggunakan alat berat dan itu tidak bisa kami lakukan karena berisiko terhadap keselamatan personel,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Sigi, gempa tersebut berdampak kepada sekitar 5.300 jiwa atau 1.300 kepala keluarga. Sementara itu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 1.300 unit dengan tingkat kerusakan yang masih terus didata oleh petugas di lapangan.
Kodim 1306/Kota Palu juga menyatakan kesiapan untuk menambah kekuatan personel apabila diperlukan dalam proses tanggap darurat. Menurut Yudhi, TNI memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Bila pemerintah daerah membutuhkan tambahan personel dalam pelaksanaan tanggap darurat, kami siap menambah pasukan. Kegiatan ini merupakan misi kemanusiaan, dan TNI memiliki tanggung jawab membantu pemulihan bencana,” tegasnya.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai unsur terkait diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascagempa sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan aman.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
