Kemenkes Pastikan Stok Vaksin MR Aman di Tengah Lonjakan Kasus Campak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta — Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) nasional dalam kondisi mencukupi untuk mendukung percepatan imunisasi di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah per 6 Maret 2026.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Rizka Andalusia menyatakan stok vaksin MR tersedia dalam jumlah signifikan baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Stok vaksin MR di Indonesia dipastikan mencukupi. Di tingkat pusat tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin, sementara di daerah telah terdistribusi sekitar 6,6 juta dosis yang tersebar di dinas kesehatan provinsi, kabupaten atau kota, hingga puskesmas,” ujar Rizka Andalusia dalam keterangan pers.
Ia menegaskan, ketersediaan vaksin menjadi salah satu faktor utama dalam pengendalian wabah campak, selain kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus di lapangan.
“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi dan pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 23 provinsi memiliki stok vaksin untuk kebutuhan 2 hingga 5 bulan, sembilan provinsi untuk 5 hingga 7 bulan, serta enam provinsi memiliki cadangan lebih dari tujuh bulan. Seluruh provinsi disebut memiliki stok di atas dua bulan.
Rizka juga memastikan distribusi vaksin terus dilakukan secara bertahap dari pusat ke daerah, khususnya untuk wilayah dengan stok yang mulai menurun.
“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun,” ujarnya.
Untuk menjamin pengawasan, Kementerian Kesehatan memanfaatkan sistem Satu Sehat Logistik (SSL) guna memantau ketersediaan vaksin secara real time hingga tingkat puskesmas. Hasil pemantauan menunjukkan vaksin diprioritaskan untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi prioritas.
Secara epidemiologis, peningkatan kasus campak pada 2026 mendorong pemerintah memperkuat intervensi imunisasi guna mencegah penyebaran lebih luas, terutama pada kelompok anak-anak yang rentan. Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kematian, apabila tidak ditangani dengan baik.
Ketersediaan vaksin yang memadai dinilai krusial untuk menjaga cakupan imunisasi nasional dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah. Selain itu, upaya imunisasi kejar menjadi langkah strategis untuk melindungi anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Kementerian Kesehatan menegaskan akan terus memperkuat distribusi, pemantauan stok, serta pelaksanaan imunisasi di daerah prioritas, guna memastikan pengendalian wabah campak berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
