Jembatan Modular Buntu Marihat Rampung, TNI Pastikan Akses Warga Simalungun Kembali Normal
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Simalungun -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodim 0207/Simalungun menyelesaikan pembangunan jembatan modular di Huta I Buntu Marihat, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Kamis (2/4/2026). Jembatan sepanjang 20 meter tersebut kini telah dapat digunakan masyarakat, sehingga akses transportasi, aktivitas ekonomi, dan jalur pendidikan warga kembali berjalan lancar.
Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel Kodim 0207/Simalungun bersama Koramil 10/Tanah Jawa (TJ) dan prajurit Yonzipur I/Dam I Bukit Barisan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Proyek ini diselesaikan dengan progres 100 persen dalam upaya memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terganggu.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap menegaskan bahwa rampungnya jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan daerah. “Rampungnya pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan jembatan ini memiliki peran strategis bagi masyarakat. “Kami berharap jembatan ini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat,” kata Asrul.
Secara historis, wilayah Nagori Buntu Turunan mengandalkan jalur penghubung antara Huta I dan Huta II sebagai akses utama aktivitas warga. Kerusakan atau terputusnya akses jembatan sebelumnya sempat menghambat mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian serta kegiatan belajar siswa yang harus menempuh jalur alternatif.
Dengan selesainya pembangunan jembatan modular ini, mobilitas warga kembali normal dan diharapkan mampu mempercepat distribusi barang serta jasa di wilayah tersebut. Selain itu, akses yang lebih baik juga dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan menjangkau fasilitas pendidikan dan layanan dasar lainnya.
Dari sisi dampak, kehadiran infrastruktur ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan sektor pertanian yang bergantung pada kelancaran distribusi. Di sisi sosial, akses yang lebih aman dan cepat juga mendukung aktivitas pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Ke depan, TNI menyatakan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur lain yang dibutuhkan, guna memperkuat konektivitas serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah terpencil.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
