Isu Kenaikan BBM Dorong Tren Bersepeda di Perkotaan, Jadi Alternatif Hemat dan Sehat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

JAKARTA – Mencuatnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memengaruhi pola mobilitas masyarakat perkotaan, dengan bersepeda kembali dilirik sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat, praktis, dan ramah lingkungan. Tren ini terlihat dari meningkatnya minat masyarakat menggunakan sepeda tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga sebagai moda transportasi harian.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk Andrew Mulyadi menyatakan kondisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk beralih ke transportasi yang lebih efisien.
“Selain mengurangi biaya, penggunaan sepeda juga memberikan manfaat kesehatan dan membantu mengurangi emisi,” ujar Andrew dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, sepeda kini tidak lagi sekadar alat olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang adaptif terhadap tantangan ekonomi dan lingkungan.
“Dengan kondisi harga BBM yang terus menjadi perhatian, sepeda bisa menjadi solusi transportasi yang hemat, praktis, dan tetap relevan untuk aktivitas harian,” katanya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya hidup dan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Di sejumlah kota besar, penggunaan sepeda mulai berkembang sebagai pilihan mobilitas jarak dekat hingga menengah, terutama di tengah kemacetan dan biaya transportasi yang meningkat.
Sebagai respons terhadap tren tersebut, United Bike menghadirkan berbagai produk sepeda, termasuk kategori sepeda gunung (mountain bike/MTB) yang dinilai fleksibel untuk berbagai kondisi jalan, baik di perkotaan maupun jalur semi off-road. Selain itu, perusahaan juga memperluas akses pembelian melalui platform digital ATR Cycling.
Dari sisi dampak, peralihan ke sepeda berpotensi menekan pengeluaran transportasi rumah tangga, mengurangi ketergantungan terhadap BBM, serta menurunkan emisi karbon di kawasan perkotaan. Selain itu, peningkatan aktivitas bersepeda juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kebugaran fisik dan kesehatan mental.
Untuk mendorong adopsi lebih luas, ATR Cycling menghadirkan program promosi “APASI (April Ada Sale Istimewa)” yang berlangsung pada 1–11 April 2026, dengan penawaran diskon hingga 25 persen dan cashback hingga Rp500 ribu.
Ke depan, pelaku industri sepeda bersama platform distribusi digital berencana terus memperluas akses dan inovasi produk guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi sepeda sebagai alternatif transportasi yang efisien dan berkelanjutan di tengah dinamika harga energi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
