Iran Apresiasi Niat Mediasi RI, Pemerintah Tegaskan Diplomasi Indonesia Berdikari
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 25 Jul 2026, 18.35

JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang diplomasi dan menawarkan diri menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, meskipun pihak Iran menyatakan tidak membuka opsi negosiasi langsung dengan AS. Pernyataan ini disampaikan pemerintah setelah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan perwakilan diplomatik Indonesia di Jakarta mendapat respons dari Iran yang mengapresiasi niat baik tersebut namun juga menekankan situasi saat ini masih belum memungkinkan negosiasi langsung.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah RI untuk berupaya menjadi mediator antara pihak Iran dan AS, namun menyatakan hingga kini belum ada tindak lanjut konkrit di lapangan karena Tehran menilai tidak ada negosiasi yang bisa dijalankan dengan negara yang dianggap melancarkan permusuhan terhadapnya. “Kami apresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Boroujerdi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menanggapi respons Iran tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pemerintah tetap konsisten dengan prinsip diplomasi independen, membuka ruang dialog untuk meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif—jika disetujui kedua belah pihak—dan siap bertolak ke Teheran untuk tujuan itu.
Keputusan Indonesia mempertahankan opsi mediasi muncul di tengah stagnasi negosiasi antara Iran dan AS yang berlangsung pascapenutupan ruang dialog oleh Teheran, yang menurut Moskow belum menemukan titik temu dengan Washington. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik yang juga melibatkan serangan militer di wilayah Timur Tengah, mengakibatkan dampak geopolitik dan kemanusiaan yang kompleks.
Meski Iran menyatakan belum siap membuka negosiasi langsung dengan AS, respons positif terhadap niat mediasi Indonesia mencerminkan penghormatan terhadap upaya diplomatik negara yang berpegang pada prinsip penyelesaian konflik melalui jalur damai. Pengamat hubungan internasional menilai bahwa dukungan terhadap tawaran Indonesia menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas dan konsistensi prinsip politik luar negeri bebas aktif RI, yang menempatkan dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional sebagai fondasi.
Pemerintah menekankan bahwa setiap inisiatif diplomasi, termasuk tawaran mediasi, akan terus dievaluasi dengan memperhatikan perkembangan situasi global, kepentingan nasional, dan keselamatan WNI. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tetap berada di jalur diplomasi konstruktif dan berdaulat dalam menghadapi dinamika konflik internasional, sambil terus menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara sahabat dan forum multilateral untuk mencari solusi damai yang berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
