Indonesia Tegas di Gaza: Misi Damai, Bukan Pelucutan Senjata Hamas
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta, 22 Maret 2026 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza bukanlah untuk melucuti senjata kelompok Hamas, melainkan murni sebagai misi kemanusiaan dan penjaga stabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab yang digelar di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak akan terlibat dalam agenda-agenda yang dapat memperkeruh konflik atau merugikan salah satu pihak di Palestina.
Menurut Prabowo, posisi Indonesia sangat jelas: hadir sebagai penyejuk di tengah konflik, bukan sebagai aktor yang memperuncing ketegangan. Ia menegaskan bahwa misi pasukan perdamaian Indonesia berlandaskan prinsip netralitas, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen kuat pada nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, khususnya akibat memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda sementara pengiriman pasukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah.
Presiden juga mengungkapkan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia tidak bisa dilakukan secara sepihak. Ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi, termasuk persetujuan dari para tokoh Palestina serta dukungan dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa persetujuan dari Hamas juga menjadi faktor krusial. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengedepankan pendekatan dialog dan konsensus, bukan tekanan atau intervensi sepihak.
“Indonesia tidak ingin menjadi bagian dari upaya pelucutan senjata. Kita hadir untuk menjaga perdamaian, bukan untuk memperpanjang konflik,” tegas Presiden.
Sikap ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Di satu sisi, Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Di sisi lain, Indonesia tetap menjaga prinsip non-intervensi dan menghormati dinamika internal Palestina.
Langkah Presiden Prabowo ini juga dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang hati-hati namun tegas dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Dengan mengedepankan diplomasi, konsensus, dan kemanusiaan, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai kekuatan penyeimbang di panggung internasional.
Ke depan, Indonesia tetap siap berkontribusi dalam misi perdamaian dunia, dengan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar membawa manfaat bagi stabilitas kawasan dan keselamatan masyarakat sipil.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
