Indonesia Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL di Lebanon, Desak Investigasi Independen
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 29 Jul 2026, 05.17

New York — Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan, serta mendesak penyelidikan independen dan langkah konkret untuk menjamin keselamatan personel. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (31/3/2026).
Dalam pernyataannya, Umar Hadi menegaskan pentingnya perlindungan maksimal terhadap pasukan penjaga perdamaian yang masih bertugas di wilayah konflik, termasuk pemberian penanganan medis terbaik bagi personel yang terluka.
“Indonesia mengajak semua pihak untuk menjamin keselamatan dan kehormatan para penjaga perdamaian, serta memastikan mereka yang terluka mendapatkan penanganan medis terbaik,” ujar Umar.
Ia juga menyoroti bahwa eskalasi konflik di Lebanon selatan tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh meningkatnya operasi militer Israel Defense Forces di wilayah tersebut. Indonesia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.
“Eskalasi ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Serangan Israel di Lebanon selatan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon,” tegasnya.
Menurut Umar, serangan terhadap personel UNIFIL yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir merupakan pelanggaran serius yang berpotensi melemahkan mandat misi penjaga perdamaian sesuai Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB. Ia menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap keamanan internasional, bahkan berpotensi sebagai kejahatan perang.
“Kami menuntut penyelidikan yang kredibel dan independen, serta meminta Dewan Keamanan memastikan tindak lanjut atas hasil penyelidikan tersebut,” katanya.
Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional, menghentikan aksi kekerasan, serta menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Selain itu, Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB diminta segera memperkuat perlindungan terhadap personel UNIFIL, termasuk melalui peninjauan protokol keamanan serta pengaktifan rencana kontinjensi dan evakuasi.
UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel sejak 1978. Indonesia menjadi salah satu kontributor utama pasukan dalam misi tersebut.
Secara diplomatik, sikap tegas Indonesia mencerminkan komitmen terhadap perlindungan pasukan penjaga perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional. Insiden serangan terhadap UNIFIL dinilai dapat memperburuk situasi keamanan kawasan dan mengganggu upaya perdamaian yang telah berjalan.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mendorong langkah konkret di tingkat internasional, termasuk melalui Dewan Keamanan PBB, guna memastikan perlindungan personel, penegakan hukum, serta pencegahan serangan serupa di masa mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
