Herdman Tekankan Fokus dan Kerendahan Hati Jelang Final Indonesia vs Bulgaria
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta, 30 Maret 2026 — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya menjaga fokus dan kerendahan hati setelah kemenangan 4-0 atas Saint Kitts & Nevis, jelang laga final FIFA Series 2026 melawan Timnas Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). Ia menilai kemenangan tersebut memberi dorongan moral, namun tim tetap harus bekerja keras menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Herdman menyampaikan bahwa kemenangan di semifinal membawa energi positif bagi skuad Garuda, termasuk bagi kapten tim Jay Idzes dan rekan-rekannya. “Kemenangan kemarin memberi energi positif bagi tim dan suporter. Para pemain percaya diri, tapi kami tetap rendah hati dan fokus bekerja,” ujar Herdman usai memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, tim sempat mendapatkan waktu istirahat singkat untuk pemulihan sebelum kembali menjalani latihan yang mencakup aspek taktik serta penguatan budaya tim. Menurut Herdman, persiapan tersebut menjadi krusial mengingat waktu yang terbatas menjelang laga final.
Menghadapi Bulgaria, Herdman menilai lawan memiliki kualitas yang jauh berbeda dibandingkan Saint Kitts & Nevis. Tim asal Eropa itu disebut lebih kuat secara fisik, terorganisasi, dan memiliki transisi permainan yang cepat. “Bulgaria lebih besar, lebih kuat, dan lebih terorganisasi. Kami harus memulai pertandingan dengan lebih baik. Jika kami memulai lambat, kami bisa dihukum,” katanya.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya 10 hingga 15 menit awal pertandingan. Menurutnya, Bulgaria memiliki kemampuan untuk mengontrol permainan jika unggul lebih dahulu. “Kalau kami memulai lambat seperti kemarin, kami bisa dihukum. Tim seperti Bulgaria, kalau mereka unggul lebih dulu, mereka tahu cara mengunci pertandingan. Jadi 10-15 menit awal sangat penting. Kami harus bermain profesional sejak awal,” ujar Herdman.
Selain itu, Herdman mengingatkan potensi ancaman dari permainan sayap Bulgaria yang dinilai cepat dan efektif dalam membangun kombinasi serangan. “Pemain sayap mereka sangat berbahaya. Mereka sering membentuk kombinasi segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat menyulitkan kami. Jadi kami harus menghentikan pola permainan mereka di sisi lapangan,” jelasnya.
Secara historis, Indonesia terakhir kali menghadapi Bulgaria pada 1973 dan mengalami kekalahan 0-4. Kini, kedua tim kembali bertemu dengan komposisi dan level kompetisi yang berbeda. Berdasarkan peringkat FIFA, Bulgaria saat ini berada di posisi ke-87, sementara Indonesia di peringkat ke-121, mencerminkan tantangan yang dihadapi skuad Garuda.
Di sisi lain, Herdman meminta suporter untuk tidak memberikan ekspektasi berlebih mengingat kondisi tim yang belum sepenuhnya optimal. Ia mengungkapkan para pemain hanya memiliki waktu pemulihan dua hari, dengan kondisi fisik yang beragam akibat kelelahan dan jet lag. “Suporter juga harus memahami bahwa kami hanya punya waktu pemulihan dua hari. Pemain datang dengan kondisi berbeda, ada yang jet lag, dan kami hanya latihan dua kali bersama,” ujarnya.
Dari sisi dampak, pertandingan final ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengukur perkembangan tim di level internasional, sekaligus berpotensi meningkatkan peringkat FIFA dan kepercayaan diri pemain. Namun, keterbatasan waktu persiapan dan kondisi fisik menjadi faktor yang dapat memengaruhi performa di lapangan.
Pemerintah dan federasi sepak bola Indonesia dijadwalkan melakukan evaluasi pasca-turnamen, termasuk aspek kebugaran pemain dan efektivitas pemusatan latihan jangka pendek. Hasil dari final ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun agenda uji coba internasional dan program pembinaan tim nasional ke depan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
