Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampilkan Seni Kolosal Kuntulan Ewon
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Banyuangi -- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan masyarakat di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ini menampilkan pagelaran seni kolosal sebagai bentuk kolaborasi pendidikan dan budaya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut perayaan tersebut sebagai salah satu yang paling meriah di Indonesia tahun ini.
“Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional yang paling meriah se-Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas penyelenggaraan acara yang dinilai mampu memadukan nilai edukatif dan hiburan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memungkinkan acara ini berlangsung dengan khidmat dan meriah dalam rangka kita memajukan dan mencerdaskan bangsa,” kata Abdul Mu’ti.
Puncak perayaan ditandai dengan pagelaran seni kolosal “Kuntulan Ewon” yang melibatkan lebih dari 1.100 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Terdiri dari sekitar 600 pemusik dan 500 penari, pertunjukan ini menampilkan harmoni gerak, musik, dan vokal sebagai simbol pendidikan karakter dan kebersamaan dalam keberagaman.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku seni budaya lokal.
“Pesertanya adalah anak-anak, guru, seniman, dan budayawan yang kami kolaborasikan menjadi sebuah atraksi yang menarik,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Mari kita hargai potensi masing-masing anak, sehingga mereka ke depan punya peran dalam membangun Indonesia.”
Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei merupakan momentum nasional untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pendidikan berbasis karakter dan kearifan lokal semakin didorong sebagai bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional.
Dari sisi dampak, perayaan yang melibatkan masyarakat luas seperti di Banyuwangi dinilai mampu meningkatkan partisipasi publik dalam pendidikan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong kreativitas pelajar. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan menyenangkan.
Ke depan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus mendorong model pembelajaran kolaboratif berbasis budaya lokal serta memperluas ruang ekspresi bagi pelajar. Pemerintah daerah juga diharapkan melanjutkan inisiatif serupa guna memperkuat kualitas pendidikan sekaligus pelestarian budaya di masing-masing wilayah.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
