Gibran Tinjau Industri Garam Rote Ndao, Dorong Lapangan Kerja dan Swasembada Garam
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

ROTE NDAO — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal dan segera memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Gibran menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan industri garam agar mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
“Kita ingin ini segera bisa fungsional. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect dari pembangunan proyek ini bisa terasa,” ujar Gibran.
Saat berada di lokasi, Wapres menerima paparan terkait pengembangan kawasan industri garam serta berdialog langsung dengan petani garam dan pemerintah daerah setempat.
Menurut Gibran, proyek K-SIGN memiliki peran strategis karena kebutuhan garam nasional saat ini mencapai sekitar 5 juta ton per tahun dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Ini proyek yang ada di sini sangat penting sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” katanya.
Selain sektor garam, Gibran juga menyoroti potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di wilayah Rote Ndao. Ia menyebut pemerintah akan menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas nelayan bersama kementerian terkait.
“Di tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, cold storage, pabrik es untuk slurry ice, dan SPBU khusus nelayan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk berharap proyek strategis nasional tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Rote Ndao.
“Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” ujar Paulus.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
