Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BNPB Petakan Dampak dan Kerusakan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini masih melakukan pendataan dampak dan kerusakan di sejumlah daerah terdampak, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pemerintah daerah terus melakukan asesmen cepat guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa yang berpusat di darat tersebut.
“BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dan melakukan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.
Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Kota Palu, getaran berlangsung sekitar 4 hingga 6 detik dan memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan serta pendataan dampak pascagempa.
Di Kabupaten Poso, gempa juga dirasakan kuat selama kurang lebih enam detik. Warga dilaporkan panik dan memilih keluar rumah untuk menghindari risiko bangunan runtuh. Sementara di Kabupaten Sigi, guncangan berlangsung sekitar lima detik dan membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari.
Sementara itu, di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar dua detik. BPBD setempat melakukan monitoring lapangan guna memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur pascagempa.
Laporan sementara mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk mengetahui jumlah dan tingkat kerusakan secara rinci.
BMKG juga melaporkan aktivitas gempa susulan masih terjadi. Hingga pukul 12.17 WITA, tercatat sebanyak 13 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi di sekitar lokasi gempa utama.
Gempa kali ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya aktivitas seismik di Sulawesi Tengah yang berada di kawasan pertemuan sejumlah sesar aktif. Wilayah ini sebelumnya pernah mengalami gempa besar dan tsunami pada 2018 yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa dalam jumlah besar.
Dari sisi masyarakat, dampak gempa tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik apabila terjadi kerusakan yang lebih luas. Oleh karena itu, pendataan cepat menjadi penting untuk menentukan langkah penanganan dan kebutuhan bantuan di lapangan.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan dan memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Pemerintah daerah bersama BNPB akan terus melakukan pemantauan, asesmen kerusakan, serta pendataan kebutuhan masyarakat guna memastikan langkah penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
