Fenomena Minum Oli di Sulsel Viral, Dokter Ingatkan Risiko Fatal hingga Kematian
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

JAKARTA – Fenomena konsumsi oli yang diklaim dapat meningkatkan stamina ramai terjadi di Sulawesi Selatan dan menuai perhatian publik. Dokter penyakit dalam, Aru Ariadno, serta Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menegaskan praktik tersebut berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian.
Aru Ariadno menyatakan oli sama sekali tidak diperuntukkan bagi konsumsi manusia karena mengandung berbagai bahan kimia berbahaya, seperti pelarut, pewarna, dan zat aditif industri. Ia menegaskan dampak yang ditimbulkan dapat langsung menyerang sistem pencernaan hingga organ vital.
“Risiko bisa menyebabkan kematian, dimulai dari muntah-muntah, diare, muntah darah sampai mengancam nyawa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kandungan beracun dalam oli dapat merusak hati dan ginjal, bahkan berpotensi memicu gagal organ. Selain itu, paparan zat kimia juga dapat mengganggu sistem saraf, dengan gejala mulai dari kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.
Peringatan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, yang menegaskan tidak ada dasar medis yang mendukung klaim manfaat konsumsi oli.
“Fenomena minum oli sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Oli mengandung bahan kimia beracun seperti hidrokarbon, logam berat, dan aditif industri yang dapat merusak berbagai organ tubuh,” katanya.
Menurut Evi, sifat oli yang tidak larut dalam air membuat zat tersebut sulit diproses tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko keracunan, iritasi lambung, hingga perdarahan pada saluran pencernaan.
Dalam konteks kesehatan, praktik konsumsi zat non-pangan seperti oli bukan hal baru dan kerap dikaitkan dengan minimnya literasi kesehatan masyarakat. Berbagai kasus sebelumnya menunjukkan konsumsi bahan kimia industri dapat menyebabkan gangguan akut hingga penyakit kronis, termasuk risiko kanker dan kerusakan organ permanen.
Dari sisi dampak, tren ini berpotensi membebani sistem layanan kesehatan akibat meningkatnya kasus keracunan dan penyakit serius. Selain itu, masyarakat berisiko mengalami kerugian kesehatan jangka panjang yang dapat menurunkan produktivitas.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menyatakan akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya konsumsi zat berbahaya, serta mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang sebagai cara aman meningkatkan stamina.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
