ESDM Siapkan Tabung CNG Tipe 4 Pengganti LPG 3 Kg, Uji Coba Ditargetkan Rampung Tiga Bulan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA, 5 Mei 2026 — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat pengembangan tabung gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) tipe 4 berkapasitas 3 kilogram sebagai bagian dari upaya konversi penggunaan LPG subsidi. Pemerintah menargetkan uji coba tabung berbahan komposit ringan tersebut rampung dalam tiga bulan ke depan sebelum diproduksi secara massal untuk masyarakat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan pengembangan teknologi ini telah memasuki tahap implementasi, bukan sekadar kajian. Tabung CNG tipe 4 menggunakan material plastik atau polimer yang dibungkus komposit berbahan carbon fiber dan fiberglass, sehingga dinilai lebih ringan dan aman dibanding tabung konvensional.
“Ini bukan di tahap kajian ya, ini sudah di tahap implementasi. Mengapa harus ada tabung ini, cuma tabung ini kan yang belum ada itu cuma tipe 4 untuk 3 kg,” ujar Laode dalam diskusi publik di Jakarta Selatan, Selasa.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan prototipe tabung CNG 3 kg dapat tersedia dalam waktu dekat sebelum diproduksi secara lebih luas. “Itulah yang dikejar dalam waktu Pak Menteri sampaikan tiga bulan ke depan itu sudah ada tipe 4 untuk 3 kg dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif,” katanya.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Selama ini, kebutuhan LPG nasional sebagian besar masih dipenuhi dari impor, sementara Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang relatif besar.
Secara teknis, penggunaan CNG dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding LPG karena menghasilkan emisi karbon lebih rendah. Pengembangan tabung tipe 4 juga disebut mampu meningkatkan aspek keamanan dan kemudahan distribusi karena bobotnya lebih ringan dibanding tabung logam konvensional.
Dari sisi dampak, implementasi konversi LPG ke CNG berpotensi mengurangi beban subsidi energi pemerintah, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan impor LPG. Namun, keberhasilan program ini juga akan bergantung pada kesiapan infrastruktur distribusi gas, harga yang kompetitif, serta penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru.
Ke depan, Kementerian ESDM akan melanjutkan tahap uji coba dan sertifikasi tabung CNG tipe 4 sebelum masuk tahap produksi massal. Pemerintah juga akan menyiapkan dukungan regulasi dan infrastruktur distribusi guna memastikan program konversi energi tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
