Duka dari Lebanon, Jusuf Kalla: Pengorbanan Prajurit TNI adalah Kehormatan Bangsa
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta – Gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Tokoh nasional sekaligus mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyampaikan belasungkawa serta penghormatan tinggi atas pengorbanan prajurit tersebut. Ia menegaskan bahwa gugurnya prajurit bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan komunitas internasional.
> “Ini adalah tugas mulia. Prajurit kita tidak hanya menjaga nama Indonesia, tetapi juga menjaga perdamaian dunia,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian seperti UNIFIL merupakan bagian dari komitmen global yang telah lama dijalankan. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa misi tersebut bukan tanpa risiko.
> “Daerah konflik tetap memiliki potensi bahaya tinggi. Karena itu, perlu kesiapan dan perlindungan maksimal bagi setiap prajurit yang bertugas,” lanjutnya.
Jusuf Kalla menilai bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak, khususnya dalam hal sistem keamanan dan perlindungan personel di wilayah operasi. Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa guna memastikan standar keselamatan pasukan perdamaian terus ditingkatkan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh mundur dari peran strategisnya di panggung internasional.
> “Kita tetap harus berkontribusi. Ini bagian dari amanat konstitusi dan peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia,” tegasnya.
Keikutsertaan TNI dalam UNIFIL sendiri selama ini dikenal membawa citra positif bagi Indonesia, baik melalui pendekatan humanis kepada masyarakat lokal maupun profesionalisme dalam menjaga stabilitas kawasan.
Gugurnya prajurit TNI di Lebanon menjadi pengingat bahwa di balik misi perdamaian, terdapat pengorbanan nyata yang tidak kecil. Namun di saat yang sama, hal tersebut juga menegaskan dedikasi tinggi prajurit Indonesia dalam mengemban tugas mulia di kancah global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
