Dinsos Pacitan Mulai Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

PACITAN, 8 Mei 2026 — Dinas Sosial Kabupaten Pacitan mulai melakukan sosialisasi dan penjaringan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Program pendidikan berasrama tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan seluruh biaya pendidikan, asrama, hingga kebutuhan dasar ditanggung pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan menyatakan proses penjaringan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah, dan pendamping sosial guna memastikan program tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Selain pendidikan formal, sekolah berasrama tersebut juga dirancang untuk mendukung pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya,” ujar pihak Dinas Sosial Pacitan dalam sosialisasi program tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah mulai mendata calon peserta didik yang memenuhi kriteria, termasuk anak-anak yang berpotensi putus sekolah maupun berasal dari keluarga penerima bantuan sosial. Proses seleksi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan verifikasi kondisi ekonomi keluarga calon siswa.
Selain menanggung biaya pendidikan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penunjang seperti asrama, kebutuhan makan, perlengkapan belajar, serta pembinaan karakter dan keterampilan. Konsep sekolah berasrama dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih terarah bagi siswa dari kelompok rentan.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi bagian dari strategi nasional pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai memperluas pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah sebagai instrumen pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan.
Di sejumlah wilayah, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat bahkan dipercepat melalui dukungan lintas kementerian, BUMN konstruksi, dan pemerintah daerah agar dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Dari sisi dampak sosial, program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus membuka peluang mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sementara dari sisi ekonomi, pendidikan gratis berbasis asrama dinilai dapat meringankan beban pengeluaran keluarga miskin.
Ke depan, Dinas Sosial Pacitan akan melanjutkan tahapan sosialisasi, pendataan, dan verifikasi calon siswa sebelum proses penetapan peserta didik dilakukan menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
