Dinkes Tangerang Siapkan Vaksinasi Campak untuk 10.000 Nakes, Tunggu Distribusi dari Kemenkes
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 25 Jul 2026, 22.12

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tengah menyusun rencana pelaksanaan vaksinasi campak bagi sekitar 10.000 tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya sebagai upaya pencegahan penularan penyakit, menyusul meningkatnya kasus campak sepanjang awal 2026. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan saat ini masih menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memperkuat perlindungan tenaga medis yang berada di garis depan pelayanan kesehatan.
“Kita kemarin sudah dapat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi nakes, targetnya 10.000 nakes,” ujar Hendra kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pihaknya masih menunggu ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.
“Kita tinggal tunggu vaksin untuk tenaga medisnya dari Kementerian Kesehatan,” katanya.
Selain itu, program vaksinasi ini juga akan bergantung pada hasil kajian efikasi vaksin campak pada orang dewasa yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hasil kajian tersebut menjadi dasar untuk memastikan keamanan dan efektivitas pemberian vaksin kepada kelompok tenaga kesehatan.
Langkah ini diambil di tengah tren peningkatan kasus campak di Kabupaten Tangerang. Pada 2025, tercatat sebanyak 180 balita terinfeksi campak, sementara pada periode Januari hingga Maret 2026 sudah terdapat 140 kasus. Kenaikan tersebut menjadi indikator perlunya intervensi lebih luas, tidak hanya pada anak-anak tetapi juga kelompok rentan lainnya, termasuk tenaga kesehatan.
Secara nasional, pemerintah tengah memperkuat program imunisasi sebagai respons terhadap meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah. Vaksinasi tidak hanya difokuskan pada anak-anak melalui imunisasi rutin, tetapi juga melalui strategi tambahan seperti imunisasi kejar dan perlindungan bagi tenaga medis guna mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.
Dari sisi dampak, kebijakan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dinilai dapat menekan risiko penularan di fasilitas kesehatan, menjaga keberlangsungan layanan medis, serta melindungi kelompok rentan seperti balita dan lansia. Selain itu, langkah ini juga berpotensi mempercepat pengendalian wabah di tingkat daerah.
Ke depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang akan segera merealisasikan program tersebut setelah vaksin tersedia dan hasil kajian efikasi dinyatakan aman. Pemerintah daerah juga berencana memperluas cakupan imunisasi serta meningkatkan pengawasan kasus guna menekan laju penyebaran campak di wilayah tersebut.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
