Desa Faenake Kembangkan Hortikultura dan Budidaya Lele untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Pemerintah Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, menggencarkan pengembangan hortikultura dan budidaya ikan lele guna memperkuat pasokan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis. Langkah tersebut dijalankan sejak awal 2026 melalui program ketahanan pangan desa yang didanai Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku pangan sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Pengembangan hortikultura dipusatkan di Dusun III Oeana dengan luas lahan sekitar lima hektare yang dikelola empat kelompok tani. Komoditas yang ditanam meliputi berbagai jenis sayuran dan semangka sebagai sumber pangan segar yang dapat disuplai secara berkelanjutan. Selain sektor pertanian, desa juga membangun sarana kolam budidaya lele yang saat ini memasuki tahap penyelesaian konstruksi dan akan segera dilanjutkan dengan penebaran benih. Seluruh kegiatan tersebut memiliki pagu anggaran lebih dari Rp101 juta dan melibatkan kelompok tani bersama unit usaha desa untuk memperkuat sistem produksi dan distribusi pangan lokal.
Kepala Desa Faenake Yorianus Suni menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Sirma serta Dinas Pertanian dalam penyediaan bibit dan pendampingan teknis. “Untuk tanaman hortikultura sementara berada di Dusun III Oeana. Kami bekerja sama dengan Yayasan Sirma serta Dinas Pertanian dalam pengadaan bibit dan benih, sekaligus pendampingan,” ujarnya pada 25 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa pembangunan kolam lele ditujukan sebagai sumber protein tambahan bagi masyarakat. “Kami ingin program ketahanan pangan ini terus berjalan dan benar-benar menjadi program pemberdayaan masyarakat desa,” kata Yorianus.
Pemerintah desa menilai program tersebut tidak hanya menopang kebutuhan bahan baku makan bergizi gratis, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga dari total 268 kepala keluarga atau 1.058 jiwa penduduk desa. Untuk memastikan keberlanjutan produksi, pemerintah desa berharap adanya pendampingan lanjutan dari Dinas Perikanan dalam pengelolaan budidaya lele agar hasil panen optimal dan berkesinambungan. Ke depan, program ketahanan pangan ini ditargetkan menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis produksi lokal yang terintegrasi dengan kebutuhan gizi masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Prabowo Bangga Indonesia Mulai Bangun Mobil Nasional, Tegaskan RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas dimulainya langkah Indonesia membangun industri mobil nasional sebagai bagian dari percepatan industrialisasi dan hilirisasi. Pernyataan itu dis

Perhutani dan TNI Perkuat Sinergi Jaga Kelestarian Hutan Jati di Rembang
REMBANG – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar patroli terpadu dan monitoring kawasan hutan jati di Petak 98 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tero

Presiden Prabowo Tekankan Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan SDM untuk Industri Strategis
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu memenuhi kebutuhan percepatan industrialisasi nasional. Arahan ter
