Cadangan Devisa Indonesia Tetap Kuat, Februari 2026 Capai 151,9 Miliar Dolar AS
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tetap berada pada level tinggi sebesar 151,9 miliar dolar AS. Meski sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 154,6 miliar dolar AS, kondisi tersebut dinilai masih sangat kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Bank Indonesia menjelaskan perubahan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah yang telah jatuh tempo serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penarikan pinjaman luar negeri guna mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan nasional.
Cadangan Devisa Masih Jauh di Atas Standar Internasional
BI menegaskan bahwa level cadangan devisa saat ini masih jauh di atas standar kecukupan internasional.
Dengan nilai 151,9 miliar dolar AS, cadangan devisa Indonesia setara dengan 6,1 bulan pembiayaan impor, atau sekitar 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Sebagai perbandingan, standar kecukupan internasional umumnya hanya berada pada kisaran 3 bulan pembiayaan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” demikian keterangan resmi Bank Indonesia.
Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional
Kuatnya cadangan devisa menjadi salah satu indikator penting ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk gejolak pasar keuangan internasional.
Cadangan devisa juga berperan sebagai bantalan ekonomi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mendukung aktivitas perdagangan internasional, serta memberikan kepercayaan bagi investor terhadap perekonomian nasional.
Prospek Ekonomi Dinilai Tetap Positif
Bank Indonesia optimistis ketahanan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil serta daya tarik investasi Indonesia yang masih tinggi di mata investor global.
Dengan cadangan devisa yang memadai, Indonesia dinilai memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan ekonomi dari luar negeri sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan domestik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
