BRIN Kembangkan Dua Satelit Baru untuk Perkuat Deteksi Dini Bencana di Indonesia
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan dua satelit generasi terbaru, yakni Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) dan Nusantara Equatorial IoT (NEI), untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana dan observasi Bumi. Pengembangan ini disampaikan oleh Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, dalam kegiatan di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, pada akhir April 2026. Kedua satelit ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemantauan wilayah Indonesia secara real-time, terutama dalam menghadapi risiko bencana alam.
Nur Salma menjelaskan bahwa satelit NEO-1 difokuskan pada observasi Bumi dengan dukungan teknologi kamera multispektral resolusi tinggi, sensor magnetometer, serta sistem komunikasi data. “Mudah-mudahan dapat segera diluncurkan,” ujarnya. Satelit ini diharapkan mampu mendukung pemantauan lingkungan, perubahan lahan, hingga deteksi potensi bencana secara lebih akurat.
Sementara itu, satelit NEI dirancang khusus untuk mendukung sistem peringatan dini bencana dengan mengintegrasikan berbagai sensor, termasuk untuk tsunami, gempa, dan cuaca. Salma menegaskan bahwa keunggulan utama NEI terletak pada desainnya yang berbentuk konstelasi. “Satelit ini akan dirancang dalam bentuk konstelasi. Tujuannya untuk memantau wilayah Indonesia secara waktu nyata tanpa jeda. Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial,” jelasnya.
Pengembangan dua satelit ini merupakan kelanjutan dari program satelit nasional yang sebelumnya telah meluncurkan LAPAN-A1, LAPAN-A2, dan LAPAN-A3. Ketiga satelit tersebut telah dimanfaatkan untuk observasi Bumi, pemantauan maritim, komunikasi satelit, serta eksperimen teknologi. Pengalaman ini menjadi dasar pengembangan teknologi satelit yang lebih canggih dan terintegrasi.
Secara historis, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi membutuhkan sistem pemantauan yang cepat dan akurat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan frekuensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan cuaca ekstrem terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Keterbatasan sistem pemantauan berbasis darat menjadi tantangan dalam penyampaian informasi secara cepat ke masyarakat.
Dari sisi dampak, pengembangan satelit ini berpotensi meningkatkan kecepatan respons terhadap bencana, mengurangi risiko korban jiwa, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan darurat. Selain itu, kemampuan observasi yang lebih baik juga dapat mendukung sektor lain seperti pertanian, kelautan, dan transportasi udara.
Untuk mendukung operasional satelit, BRIN saat ini telah memiliki empat stasiun bumi yang tersebar di Agam, Bogor, Parepare, dan Biak. Ke depan, pemerintah melalui BRIN akan melanjutkan pengembangan teknologi satelit nasional, termasuk percepatan peluncuran NEO-1 serta penguatan sistem konstelasi NEI guna memastikan pemantauan wilayah Indonesia dapat dilakukan secara berkelanjutan dan real-time.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
