BPS: Program MBG dan Koperasi Desa Dongkrak Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Amalia menjelaskan, kontribusi program-program tersebut tercermin dari kinerja sektor konstruksi yang tumbuh 5,49 persen (yoy). “Konstruksi tumbuh menguat sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah, serta aktivitas swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Amalia.
Ia menambahkan, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG berlangsung masif sepanjang awal tahun. Hingga Maret 2026, tercatat tambahan 6.737 unit SPPG dibandingkan posisi Desember 2025. “Investasi SPPG ini kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur, penyediaan alat-alat dapur, serta alat modal lainnya,” katanya.
Selain sektor konstruksi, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lonjakan konsumsi pemerintah yang mencapai 21,81 persen (yoy), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Amalia menyebut kenaikan ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai seperti pembayaran tunjangan hari raya (THR), gaji ke-14, penambahan aparatur sipil negara (ASN), serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik. “Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal ini merupakan yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.
Secara historis, capaian pertumbuhan 5,61 persen ini menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal I sejak 2021 dan meningkat dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar 4,87 persen (yoy). Selain program MBG dan Kopdes, proyek strategis lain seperti pembangunan MRT, infrastruktur konektivitas, serta program swasembada pangan turut memperkuat komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Dari sisi dampak, peningkatan aktivitas pembangunan dan belanja pemerintah dinilai mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mempercepat perputaran ekonomi di daerah. Program MBG dan Kopdes juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan percepatan realisasi belanja modal dan pengembangan program strategis nasional guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah tantangan global, termasuk melalui ekspansi infrastruktur dan penguatan sektor riil.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
