BPBD Nunukan Tinjau Lokasi Longsor di Krayan Timur, Siapkan Langkah Mitigasi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 26 Jul 2026, 10.53

Nunukan -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak tanah longsor di Desa Wa’Yagung dan Desa Pa Kebuan, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PK&RR) Yunus Randa sebagai langkah awal identifikasi kondisi lapangan dan penentuan penanganan.
Dalam peninjauan tersebut, tim BPBD menemukan sejumlah titik longsor yang berpotensi mengganggu akses masyarakat dan membahayakan lingkungan, terutama saat curah hujan tinggi. Yunus Randa menegaskan pentingnya pengumpulan data lapangan sebagai dasar kebijakan penanganan bencana.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini dan mengumpulkan data di lapangan. Hal ini penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang efektif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah teknis serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak berdampak lebih luas,” kata Yunus.
Wilayah Krayan Timur dikenal memiliki karakter geografis perbukitan dengan tingkat kerawanan longsor yang tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, bencana tanah longsor di kawasan perbatasan Kalimantan Utara kerap terjadi dan berdampak pada akses transportasi serta aktivitas masyarakat.
Dari sisi dampak, longsor yang tidak segera ditangani berpotensi mengisolasi wilayah, menghambat distribusi logistik, serta meningkatkan risiko keselamatan warga. Karena itu, upaya mitigasi dini menjadi krusial untuk meminimalkan kerugian dan korban.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Nunukan akan mempercepat koordinasi lintas instansi, menyusun rencana penanganan teknis di titik rawan, serta meningkatkan sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat. Warga juga diimbau segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah guna mengantisipasi potensi bencana lebih besar.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
