BMKG Waspadai Penguatan Bibit Siklon 92W, Enam Wilayah Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 21 Jul 2026, 04.01

JAKARTA, 5 Mei 2026 — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi peningkatan aktivitas Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau di Samudra Pasifik Utara Papua dalam 24 jam ke depan. Dampak penguatan sistem cuaca tersebut diperkirakan memicu hujan lebat hingga sangat lebat di enam wilayah Indonesia pada Rabu (6/5/2026).
Prakirawan BMKG Sofia Nur Ahadiah menjelaskan bibit siklon saat ini bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan minimum 1.008 hPa. “Dalam 24 jam ke depan, aktivitas bibit siklon tropis 92W diprakirakan akan meningkat dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan bergerak ke arah barat barat daya dengan tekanan 1.006 hPa,” ujarnya dalam siaran prakiraan cuaca.
Menurut BMKG, sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan utara Maluku Utara. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di empat wilayah lain, yakni perairan timur laut Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Selat Makassar, dan Laut Seram.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon, daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” kata Sofia.
BMKG menetapkan enam wilayah dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, dan Maluku.
Sementara itu, prakiraan cuaca di sejumlah kota besar menunjukkan potensi hujan petir di Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Padang dan Tanjung Selor, sedangkan hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah lain. Adapun Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya diprakirakan berawan.
Secara klimatologis, bibit siklon tropis di wilayah Pasifik dan perairan Indonesia dapat meningkatkan aktivitas cuaca ekstrem, termasuk hujan intensitas tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini sering berdampak pada potensi banjir, longsor, serta gangguan aktivitas transportasi dan pelayaran.
Dari sisi dampak, masyarakat di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama di daerah dengan risiko banjir dan longsor. Nelayan dan operator transportasi laut juga diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas.
Ke depan, BMKG akan terus memantau perkembangan Bibit Siklon 92W dan memperbarui informasi cuaca secara berkala. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
