BGN Perkuat Standar Keamanan Pangan dan Perlindungan Tenaga Kerja MBG di Papua
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola keamanan pangan dan perlindungan tenaga kerja dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Jayapura pada awal Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan sesuai standar sekaligus menjamin keselamatan kerja para relawan dan pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN Ranto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengawasan pangan dan perlindungan tenaga kerja.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola keamanan pangan, serta mendorong setiap tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG mendapatkan perlindungan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, BGN juga meminta seluruh mitra untuk mendaftarkan pekerja dan relawan ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari perlindungan kerja. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPOM, serta pengelola SPPG guna memastikan standar layanan terpenuhi secara menyeluruh.
Kepala KPPG Jayapura Jimmy menyebut saat ini terdapat 81 SPPG yang beroperasi di Papua, dengan 79 di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Ke depan, kami berharap seluruh SPPG di Papua dapat segera melengkapi sertifikasi yang masih berproses agar kualitas layanan MBG lebih optimal,” katanya.
Dari sisi pengawasan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua memastikan pendampingan dilakukan sejak tahap awal pembangunan dapur hingga operasional. Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Ferry Maitindom menegaskan pentingnya standar sanitasi.
“Pengawasan dilakukan sejak tahap pembangunan, mulai dari kelayakan lokasi hingga kesiapan pengelola, serta mendorong seluruh SPPG melengkapi SLHS,” ujarnya.
Program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah. Dalam implementasinya, standar keamanan pangan dan perlindungan tenaga kerja menjadi isu krusial, terutama di wilayah dengan tantangan geografis seperti Papua.
Dari sisi dampak, penguatan standar ini diharapkan meningkatkan kualitas makanan yang diterima penerima manfaat sekaligus meminimalkan risiko kesehatan. Selain itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dinilai penting untuk memberikan jaminan sosial bagi relawan dan pekerja yang terlibat dalam program.
Sebagai tindak lanjut, BGN akan mempercepat proses sertifikasi seluruh SPPG yang belum memenuhi standar serta mendorong kepesertaan penuh BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga akan terus memperkuat pengawasan dan pendampingan guna memastikan program MBG berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Papua.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
