BGN Fokus Benahi Kualitas MBG, Moratorium Dapur Baru dan Optimalkan Fasilitas yang Ada
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi anggaran, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar memperluas jumlah layanan, tetapi memastikan setiap anggaran yang digunakan mampu memberikan dampak maksimal bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Menurut Nanik, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain:
- Refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat.
- Moratorium sementara pembangunan dapur MBG baru.
- Optimalisasi dapur yang sudah beroperasi.
- Peningkatan standar operasional dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola program.
- Pemerataan layanan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
- Fokus pada Daerah 3T dan Kelompok Prioritas
BGN menilai saat ini masih terjadi konsentrasi layanan yang cukup tinggi di wilayah perkotaan dan aglomerasi, sementara sejumlah daerah 3T masih membutuhkan penguatan akses layanan gizi.
Karena itu, perluasan program ke depan tidak selalu dilakukan dengan membangun dapur baru. BGN akan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia seperti:
- Kantin sekolah.
- Dapur umum.
- Fasilitas komunitas yang memenuhi standar operasional.
- Sarana pendukung milik pemerintah maupun masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan sekaligus menghemat biaya investasi infrastruktur.
Prioritaskan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Selain peserta didik, BGN juga memperkuat intervensi kepada kelompok 3B, yaitu:
- Ibu hamil.
- Ibu menyusui.
- Balita.
Kelompok ini dinilai sangat strategis dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa reformasi tata kelola akan dilakukan melalui:
- Integrasi data penerima manfaat.
- Validasi dan verifikasi data yang lebih ketat.
- Penguatan sistem pengendalian internal.
- Pengembangan sistem informasi yang lebih terukur.
- Tindak lanjut rekomendasi dari lembaga pengawas.
Langkah tersebut bertujuan agar pelaksanaan MBG menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Inti Perubahan Kebijakan
Jika sebelumnya fokus MBG lebih banyak pada ekspansi jumlah dapur dan cakupan layanan, arah baru yang diambil BGN adalah:
Sebelumnya Fokus Baru Menambah jumlah dapur Mengoptimalkan dapur yang sudah ada Mengejar perluasan cepat Memastikan kualitas layanan Fokus pada cakupan penerima Fokus pada ketepatan sasaran Pembangunan fasilitas baru Pemanfaatan fasilitas yang tersedia Ekspansi nasional seragam Prioritas wilayah 3T dan kelompok rentanDengan pendekatan ini, BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan gizi masyarakat dan penurunan stunting di Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
