BGN Dorong Kampus Jadi Agen Perubahan Program Makan Bergizi Gratis
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Makassar – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi lokasi pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam implementasi program tersebut. Hal itu disampaikan dalam kegiatan BGN Goes To Campus di Auditorium Prof A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa (5/5/2026).
Nanik menegaskan, keterlibatan kampus menjadi kunci dalam memastikan program MBG berjalan efektif, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga edukasi dan pengembangan berbasis riset. “Jadi kami ingin kampus itu bukan hanya jadi laboratorium, tapi benar-benar memahami dan bisa menjadi agent dari program MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BGN membuka ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program. Salah satu bentuk keterlibatan konkret adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana mahasiswa—terutama dari bidang kesehatan—didorong turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi gizi. “Mahasiswa bisa menjadi pengajar, memberikan pemahaman pentingnya gizi kepada anak-anak. Ini jadi nilai tambah dari keterlibatan kampus,” kata Nanik.
Selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus dinilai memiliki fungsi strategis. Fasilitas tersebut tidak hanya melayani penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi laboratorium riset terkait gizi, kesehatan lingkungan, hingga keamanan pangan. “Kalau sebelumnya setelah ada kasus baru diperiksa, sekarang kita ingin pencegahan. Bahkan sebelum bakteri datang, sudah bisa diantisipasi,” ujarnya.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam program MBG merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan kepentingan bisnis. “Ini bukan proyek. Ini pengabdian. Di dalamnya ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan SPPG di kampus justru membuka peluang riset skala besar bagi mahasiswa dan peneliti, mulai dari studi gizi anak hingga pengembangan ilmu berbasis data lapangan. Selain itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri atau konsep triple helix dinilai semakin kuat melalui program ini.
Secara historis, program MBG menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Pembangunan dapur MBG atau SPPG juga tercatat berkontribusi pada pertumbuhan sektor konstruksi dan ekonomi nasional pada awal 2026.
Dari sisi dampak, keterlibatan perguruan tinggi diproyeksikan memperkuat kualitas implementasi program melalui pendekatan ilmiah, meningkatkan literasi gizi masyarakat, serta mendorong inovasi di bidang kesehatan dan pangan.
Ke depan, BGN akan terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah, sekaligus mengoptimalkan peran mahasiswa dan peneliti dalam mendukung program MBG agar lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
