Bapanas Jaga Keseimbangan Harga Telur Ayam, Pemerintah Optimalkan Serapan MBG untuk Lindungi Peternak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga telur ayam ras di tingkat produsen dan konsumen guna melindungi peternak rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Langkah tersebut diambil menyusul tren penurunan harga telur yang memicu tekanan terhadap pendapatan peternak dalam beberapa bulan terakhir.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan strategis agar keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen tetap terjaga.
"Salah satu komoditas yang saat ini menjadi perhatian adalah telur ayam ras, yang kembali mencatatkan deflasi pada Mei 2026," kata Ketut di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), deflasi telur ayam ras tercatat sebesar 4,29 persen pada April 2026 dan meningkat menjadi 5,14 persen pada Mei 2026. Kondisi tersebut mencerminkan penurunan harga yang cukup signifikan di tingkat pasar, namun di sisi lain berdampak pada menurunnya harga jual yang diterima peternak.
Ketut menegaskan pemerintah tidak ingin harga telur terus berada di bawah tingkat yang menguntungkan peternak. Karena itu, sejumlah langkah stabilisasi mulai dilakukan, termasuk mendorong peningkatan serapan hasil produksi melalui berbagai program pemerintah.
"Sekarang telur turun. Nah, ini kami harus mengangkat lagi ini. Tugas kami harus mengangkat agar harga telur ayam di tingkat produsen bisa naik, tapi tetap harus kita jaga di hilirnya. Jangan sampai melebihi harga acuan yang kita tetapkan," ujar Ketut.
Menurutnya, pemerintah berupaya menciptakan harga yang wajar dan berkeadilan di sepanjang rantai pasok pangan. Sebagai negara yang telah mampu memenuhi kebutuhan telur ayam ras secara mandiri, Indonesia perlu memastikan peternak memperoleh keuntungan yang layak agar keberlanjutan produksi tetap terjaga.
"Begitu kondisinya bergerak dinamis, pemerintah hadir dalam rangka mengendalikan harga, mengendalikan pasokan. Jadi, prinsipnya begitu, sehingga kita berharap ke depan, harga wajar," katanya.
Data pemantauan Bapanas menunjukkan harga rata-rata telur ayam ras mengalami tren penurunan sejak Maret 2026. Harga yang semula berada di level Rp27.236 per kilogram turun menjadi Rp25.719 per kilogram pada April, kemudian Rp24.688 per kilogram pada Mei, dan kembali turun menjadi Rp24.424 per kilogram pada awal Juni 2026.
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, pemerintah tengah menyiapkan optimalisasi penyerapan telur peternak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini difokuskan terutama di Jawa Timur yang merupakan salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia.
Bapanas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah berkoordinasi untuk meningkatkan penggunaan telur sebagai salah satu komponen menu dalam program MBG. Dengan jumlah penerima manfaat yang diproyeksikan mencapai puluhan juta orang, program tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai instrumen stabilisasi pasar sekaligus penopang harga di tingkat peternak.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi pasar strategis bagi hasil produksi petani dan peternak nasional. Dengan cakupan penerima manfaat yang luas, program tersebut dapat membantu menyerap kelebihan pasokan sekaligus menjaga keseimbangan harga.
Dari sisi masyarakat, stabilisasi harga telur menjadi penting karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi rumah tangga Indonesia. Harga yang terlalu tinggi dapat membebani konsumen, sementara harga yang terlalu rendah berisiko mengganggu keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Karena itu, pemerintah menegaskan akan terus melakukan intervensi yang terukur melalui pengendalian pasokan, peningkatan konsumsi, dan penguatan serapan hasil produksi. Langkah tersebut juga melibatkan pemerintah daerah, asosiasi peternak, koperasi, serta pelaku usaha agar stabilitas harga telur ayam ras dapat terjaga secara berkelanjutan.
Ke depan, Bapanas akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan harga telur tetap berada pada tingkat yang menguntungkan peternak tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap pangan bergizi dengan harga yang terjangkau.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
