Aturan Baru Program Makan Bergizi Gratis Tegaskan Pengelolaan Limbah Demi Gizi dan Lingkungan yang Berkelanjutan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta — Upaya memperbaiki kualitas gizi anak bangsa tidak lagi hanya berbicara soal apa yang disajikan di atas piring, tetapi juga tentang apa yang tersisa setelahnya. Di tengah semakin besarnya skala Program Makan Bergizi Gratis, muncul kesadaran bahwa keberhasilan program ini tidak boleh mengorbankan lingkungan. Karena tanpa pengelolaan yang tepat, sisa pangan dan limbah justru dapat menjadi ancaman baru bagi kesehatan masyarakat.
Melalui kebijakan terbaru, Badan Gizi Nasional resmi menerbitkan Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur penanganan sisa pangan, sampah, dan air limbah domestik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada Jumat, 20 Maret 2026, menegaskan bahwa aturan ini menjadi langkah penting untuk memastikan program tidak hanya efektif dalam pemenuhan gizi, tetapi juga aman bagi lingkungan dan kesehatan. Regulasi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya tata kelola program secara menyeluruh, termasuk aspek limbah. Dalam aturan tersebut, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan sisa makanan, sampah, hingga air limbah yang dihasilkan selama operasional.
Kebijakan ini mempertegas bahwa program MBG bukan sekadar kegiatan distribusi makanan, melainkan sebuah sistem terpadu yang harus dikelola secara berkelanjutan. Sisa pangan yang masih layak konsumsi didorong untuk tidak terbuang sia-sia, sementara limbah lainnya harus diolah sesuai prinsip higiene dan sanitasi. Bahkan, SPPG didorong untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak ketiga guna memastikan pengelolaan limbah berjalan optimal sesuai kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.
Namun, sebagian pihak mungkin melihat aturan tambahan ini sebagai beban baru bagi pelaksana di lapangan. Kekhawatiran tentang kompleksitas operasional tentu tidak bisa diabaikan. Meski begitu, pendekatan ini justru menjadi langkah preventif yang krusial. Tanpa pengelolaan limbah yang baik, potensi pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan bisa meningkat, yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, regulasi ini bukanlah hambatan, melainkan penguatan agar program berjalan lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah anak yang menerima manfaat, tetapi juga dari bagaimana program tersebut dijalankan secara utuh dan bijak. Dengan adanya aturan ini, pemerintah menunjukkan komitmen bahwa pembangunan sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Karena masa depan yang sehat tidak hanya dibangun dari gizi yang cukup, tetapi juga dari lingkungan yang terjaga.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
