Aksi Nyata TNI Bersama Warga Membersihkan Sisa Banjir Menjadi Bukti Kuatnya Gotong Royong di Pidie Jaya
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Pidie Jaya — Bencana banjir yang datang tak hanya merendam rumah, tetapi juga meninggalkan beban berat bagi warga yang harus memulai kembali dari awal. Lumpur yang menumpuk, sisa material yang berserakan, serta lingkungan yang kotor menjadi tantangan nyata bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan normal. Di tengah kondisi tersebut, harapan hadir melalui kepedulian dan kebersamaan yang nyata di lapangan.
Peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 2026 di Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Banjir yang melanda beberapa waktu sebelumnya menyebabkan rumah-rumah warga dipenuhi lumpur dan material sisa banjir, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Menyikapi kondisi ini, Babinsa Koramil 28/Meurah Dua Kodim 0102/Pidie, Sertu Indra Gandi, bersama personel TNI dari Batalyon Yon TP 857 turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan karya bhakti berupa pembersihan rumah warga. Dengan semangat gotong royong, mereka bersama masyarakat bahu-membahu mengangkat lumpur, membersihkan halaman, hingga merapikan bagian dalam rumah yang terdampak.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa dan personel TNI memberikan dampak signifikan dalam mempercepat proses pemulihan pasca banjir. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni mulai kembali bersih dan dapat ditempati. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Pernyataan Sertu Indra Gandi yang menegaskan bahwa TNI hadir untuk membantu warga agar dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman menunjukkan komitmen kuat dalam mendampingi rakyat di masa sulit.
Meski demikian, dalam situasi pascabencana sering muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan bantuan dan kecepatan pemulihan secara menyeluruh. Tidak semua warga mungkin dapat segera pulih dalam waktu singkat, terutama jika kerusakan yang dialami cukup parah. Namun, langkah cepat yang dilakukan oleh Babinsa dan TNI ini menjadi bukti bahwa respons awal telah berjalan efektif. Dukungan langsung di lapangan menjadi fondasi penting untuk proses pemulihan yang lebih luas, terutama jika diikuti dengan bantuan lanjutan dari berbagai pihak.
Pada akhirnya, aksi yang dilakukan di Desa Meunasah Raya ini menjadi gambaran kuat bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Kehadiran TNI bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali harapan dan semangat masyarakat. Apresiasi dari warga dan kepala desa menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata. Dari lumpur yang tersisa, tumbuh kembali semangat untuk bangkit bersama, membangun kembali kehidupan, dan menatap masa depan dengan lebih optimis.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
