Airlangga Tegaskan RI Tak Lakukan Manipulasi Kurs Rupiah, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Tekanan Global
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak melakukan praktik manipulasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan daya saing ekspor, di tengah tudingan AS terhadap sejumlah negara Asia terkait kebijakan kurs mata uang.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Roundtable Menakar Denyut Ekonomi di Tengah Gejolak Global di Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026). Ia memastikan Indonesia termasuk negara yang menjaga stabilitas nilai tukar sesuai mekanisme pasar dan tidak melakukan intervensi untuk melemahkan mata uang secara sengaja.
“Dan bahkan kalau Amerika merasa bahwa beberapa negara di Asia itu melakukan currency manipulation untuk memperkuat daya saing, sengaja memperlemah currency-nya, Indonesia tidak termasuk dalam negara tersebut. Jadi ini yang terus kita jaga,” ujar Airlangga.
Ia menegaskan pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga sejumlah mata uang negara lain akibat tekanan global. Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi.
“Namun tentu kita tidak against the flow ya. Kalau flow-nya, anginnya headwind tentu kita tidak untuk menabrak, tapi dengan berbagai kebijakan,” tambahnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang turut menekan mata uang negara berkembang lainnya. Rupiah tercatat melemah sekitar 3,54 persen secara year-to-date.
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%,” kata Destry.
Berdasarkan data pasar, rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar AS sebelum kembali bergerak di kisaran Rp17.200-an. Pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dolar AS tercatat menguat ke posisi Rp17.239 atau naik 0,16 persen.
Penguatan dolar AS juga terjadi terhadap sejumlah mata uang utama lainnya seperti yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, yuan China, pound sterling, dan euro, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah menilai stabilitas nilai tukar menjadi salah satu kunci menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal, termasuk dinamika suku bunga global dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
Ke depan, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal guna menjaga stabilitas rupiah, sekaligus memastikan iklim investasi tetap kondusif di tengah volatilitas pasar keuangan global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
