Agam Kejar Imunisasi Massal untuk Tekan Lonjakan Kasus Campak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Lubuk Basung—Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan imunisasi tambahan secara massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) sejak awal 2026 di sejumlah kecamatan yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah, sebagai upaya menekan penyebaran penyakit campak yang hingga 18 April tercatat mencapai 59 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan ORI difokuskan di delapan kecamatan, yakni Palembayan, Lubuk Basung, Sungai Pua, Ampek Angkek, Ampek Koto, Matur, Tanjung Raya, dan Kamang Magek. “Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” kata Hendri di Lubuk Basung, Minggu.
Selain imunisasi tambahan, Dinas Kesehatan juga tetap menjalankan imunisasi rutin campak bagi bayi usia sembilan bulan melalui puskesmas dan posyandu. Upaya tersebut diperkuat dengan kampanye edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi. “Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak,” ujarnya.
Hendri menjelaskan, pihaknya juga melakukan deteksi dini melalui pemantauan, pelaporan, dan penyelidikan cepat terhadap setiap kasus yang dicurigai. Investigasi wabah dilakukan untuk menelusuri sumber penularan serta mengidentifikasi kelompok rentan. “Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak,” katanya.
Dalam penanganan kasus, pemerintah daerah menerapkan isolasi bagi penderita untuk mencegah penularan lebih lanjut, disertai perawatan suportif seperti pemberian vitamin A dan obat penurun demam. Edukasi kepada masyarakat juga mencakup gejala campak, cara penularan, dan langkah pencegahan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Agam, jumlah kasus campak menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak Januari hingga 18 April 2026 tercatat 59 kasus, naik dari 48 kasus pada periode yang sama tahun 2025. Secara historis, campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi, namun cakupan vaksinasi yang belum merata kerap memicu kejadian luar biasa di sejumlah wilayah.
Peningkatan kasus ini menjadi indikator perlunya penguatan sistem imunisasi dan kesadaran masyarakat. Rendahnya cakupan imunisasi berpotensi memperbesar risiko penularan, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Di sisi lain, intervensi cepat melalui ORI dinilai dapat menekan laju penyebaran dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan penurunan kasus secara bertahap melalui kombinasi imunisasi massal, penguatan layanan kesehatan dasar, serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus memperluas cakupan imunisasi, memperkuat sistem surveilans, dan meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan pengendalian wabah campak berjalan optimal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Proses Usulan Sekolah Rakyat di Landak, Ditargetkan Masuk Tahap III Pembangunan 2026
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah daerah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan kesi

Bappenas dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan Papua Melalui RAPPP 2025–2029
MIMIKA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama para gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi Rencana Aksi Percepatan Pe

Satgas TMMD Kodim 1707/Merauke Hadirkan Layanan Kesehatan Door to Door bagi Warga Kampung Wanam
MERAUKE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1707/Merauke tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyaraka
