Aceh Besar Targetkan 70 Persen Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Akhir 2026
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 29 Jul 2026, 21.21

ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) menargetkan sebanyak 70 persen dari total 603 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah tersebut telah beroperasi secara aktif pada akhir 2026. Target tersebut diyakini dapat tercapai seiring semakin matangnya kesiapan administrasi, kelembagaan, dan pengembangan usaha koperasi di tingkat gampong.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, Sulaimi, mengatakan sebagian besar KDMP telah memenuhi berbagai persyaratan dasar untuk mulai menjalankan kegiatan operasional, mulai dari akta notaris, Nomor Induk Berusaha (NIB), kelengkapan administrasi lainnya, hingga pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.
“Kami yakin dari total 603 KDMP, 70 persen di antaranya akan aktif karena berbagai syarat dan kelengkapan operasional telah dimiliki,” ujar Sulaimi di Lambaro, Senin.
Menurutnya, selain memperkuat aspek kelembagaan, para pengurus koperasi juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bergabung sebagai anggota. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun basis keanggotaan yang kuat sehingga koperasi memiliki modal sosial dan ekonomi dalam menjalankan berbagai unit usaha secara berkelanjutan.
Sulaimi menjelaskan bahwa setiap Koperasi Desa Merah Putih akan mengembangkan bidang usaha yang disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing wilayah. Koperasi di kawasan perkotaan didorong mengembangkan sektor perdagangan, jasa, maupun usaha produktif lainnya, sedangkan koperasi di wilayah pesisir diarahkan memanfaatkan potensi sektor perikanan sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh pengurus KDMP agar mampu mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.
Sulaimi juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan koperasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan peluang usaha. Menurutnya, kreativitas pengurus menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing koperasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi seluruh anggota.
“Inovasi dan kreativitas pengurus menjadi bagian penting untuk kemajuan koperasi dan peningkatan kesejahteraan anggota,” katanya.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat gampong. Dengan dukungan kelembagaan yang semakin baik, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah, KDMP di Aceh Besar diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui 900 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah siap beroperasi. Langkah ini merupakan bagian dari implem

Pemerintah Percepat Swasembada Gula, Target Produksi Nasional Capai 3 Juta Ton pada 2029
SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada gula konsumsi dapa

Kopdes Merah Putih Dirancang Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Simpan Pinjam
JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang memiliki fungsi lebih luas dibanding koperasi konvensional. Program ini tidak
